Menyemai Rasa

Untuk kemudian merasakan cinta, mendapatkan kepercayaan, menerima empati, kadang kamu perlu jadi yang pertama memberi. 



Pun jika tidak langsung berbalas, percayalah dinyatakan atau tidak, cinta akan tumbuh lebih mudah.

"Kak, pengen peluk."

Aku bisa bayangkan ekspresi wajahmu saat ini, walau hanya berbalas lewat pesan singkat, aku pastikan kamu sedang butuh tambahan kekuatan jika sudah sampai begini. Sedang sangat bersedih.

Terjawab sudah alasan pertanyaanmu beberapa hari lalu, 'jika kita memberi kebaikan untuk orang lain, namun seakan dijadikan pemanfaatan. Sekiranya kita harus bersikap seperti apa?' Katamu. Tentu harus terus bersikap baik, sebab kita baik bukan karena dia, kita baik karena Allah yang minta. Namun jika sudah berbalik, kebaikan menimbulkan ketidakbaikan untuk kita, tinggalkan.

Menebar cinta, sayangnya tak selalu mudah. Ada orang-orang dengan keras kepalanya selalu bisa menerima cinta dalam bentuk berlawanan. Kenapa? Mohon maaf jika aku harus bilang ini semua disebabkan isi kepala yang sudah penuh dengan kebencian, atau rasa takut. Membenci sama artinya dengan membutakan mata atas kebenaran orang yang dibenci. Sedang rasa takut, cenderung membuat seseorang membangun perisai untuk melindungi dirinya, pada tingkat selanjutnya ini cenderung berupa kebencian. Ya, kembali pada putaran pertama. 

Malam kemarin aku baru saja menonton film 'Raya and the last dragon', ada kemiripan dalam kisah ini. Sisu, naga terakhir yang dicari Raya selalu berfikir bahwa bernegosiasi, datang memberi hadiah, bersikap baik, adalah cara paling ampuh menyelesaikan masalah. Nyatanya dunia saat ini tidak sesederhana itu, orang-orang selalu punya kepentingan lain dalam dirinya. Punya ambisi, ego dan semua bentuk ketidak baikan yang malah dianggap sebagai kekuatan, kewaspadaan, kecerdasan. Berprasangka baik, dianggap tidak lagi cukup saat ini.

Tapi semesta selalu punya cara memberikan jawaban, pada waktunya sendiri. Memulai langkah pertama untuk memberi, walau dianggap sebagai kebodohan, selayaknya patut dilakukan. Karena bukan alasan bodoh kita melakukannya, tapi karena ada rasa percaya yang mendorong sebuah keyakinan. Percaya bahwa kebaikan selalu akan menuntun jalan dan melembutkan hati.

Cinta, tak pernah jadi sesuatu yang benar-benar sederhana, memang. Hanya orang-orang yang mengerti cinta yang paham bagaimana cinta bekerja. Tak apa jika cinta belum berbalas, cinta adalah sesuatu yang teramat mudah tumbuh dan berkembang. Dia ada di tiap diri makhluk yang bernyawa, ditunjukkan atau tidak cinta akan mekar jika terus disemai. 

Aku meyakinkan diri, hal yang sama yang ingin aku lakukan padamu. Tetap bertahan, walau mungkin sedikit lebih lama. Tak mengapa, mintalah Allah untuk kuatkan hati, lapangkan jalan. Cepat atau lambat, bunga-bunga cinta akan mekar. Nanti, kamu akan berbahagia jadi orang yang memutuskan untuk merawatnya. 

Peluk sayang dari jauh, kamu teman bicara tergemas malam ini. Selamat menikmati proses.

Comments

Popular Posts