Membuat Ecobrick Bersama SAHABAT SAFAR

Bicara sampah, maka kita bicara terkait prilaku keseharian tiap dari kita. Setiap barang yang kita konsumsi  secara garis besar adalah sumber sampah. Mulai dari sampoo, sabun, makanan, plastik belanjaan, snack, botol plastik dan masih banyak lagi. Perehatikan saja, setiap kita berjalan tentu tak jarang kita menemukan sampah plastik disekitar kita. Minimal sampah bungkusan permen atau puntung rokok.

Tentu kita semua tahu bahwa sampah plastik tidak dengan mudah dapat terurai seperti bahan organik lainnya. Butuh minimal 500-1000 tahun untuk pemecahan partikelnya. Dapatkah kamu bayangkan seberapa bayak tumpukan sampah plastik kita dalam 500 tahun yang akan datang??? Para penggiat lingkungan dan pemerintah pun  turut menjadikan isu ini menjadi perhatian mereka.  Karena itu mulai banyak inovasi yang muncul, ecobrick salah satunya.

Ecobrick adalah salah satu solusi penanganan sampah yang diperkenalkan oleh Russell Maier asal Kanada pada suku Igorot di Filipina. Kemudian terus disosialisasikan secara lebih luas dan menarik minat penggiat lingkungan lainnya. Konsep ecobrick sendiri adalah membuat bata dari sampah. Sampah dipadatkan ke dalam botol plastik sampai benar-benar tidak ada ruang di dalam botol. Kepadatan inilah yang menjadikan botol dapat digunakan sebagai balok-balok penyusun bangunan. Selebihnya ecobrick dipadukan dengan seni untuk merangkai botol sesuai dengan keinginan pembuatnya, menjadi tempat duduk, meja, tempat tidur, bahkan dinding rumah juga bisa.

Hal ini menumbuhkan ketertarikan besar bagi Komunitas Sahabat Safar (KSS) untuk mengambil peran yang sama bagi lingkungan. Maka misi pengumpulan sampahpun dilakukan. Beberapa hari lalu, KSS kembali berkumpul dengan sampah sumbangan dari masing-masing anggota. Ternyata ecobrick benar-benar menyerap sampah dalam jumlah besar. Dari semua sampah yang mampu di kumpulkan oleh KSS akhirnya berhasil dibuat satu tempat duduk saja. Bisa terbayangkan, berapa sampah yang dibutuhkan untuk membuat bangungan yang lebih besar lagi. Peduli lingkungan melalui ecobrick terasa asik sekali, selain mengurangi limbah sampah di lingkungan sekitar, bangungan hasil ecobrick pun dapat dibuat sesuai keinginan. Taget KSS kedepannya ialah mampu membuat satu set tempat duduk dan meja untuk taman.

Hasil duduk KSS akhirnya memutuskan untuk untuk mensosialisasikan ecobrick dalam lingkup yang lebih besar lagi. Alhamdulillah, Yayasan Kasih Sayang bersedia bekerjasama bersama kami untuk membuat sebuah bank sampah. Di sanalah nanti KSS dan adik-adik panti akan fokus mengumpulkan sampah dan membuat ecobrick.

Harapan besar KSS adalah kegiatan ecobrick ini turut dilakukan oleh berbagai komunitas di Aceh Tengah khususnya. Karena kita berharap dapat meningkatkan kesadaran juga peran masyarakat untuk lebih aktif dan produktif dalam menangani masalah sampah di sekitar kita.


Ngomong-ngomong, udah tahu belum SAHABAT SAFAR itu apa???

Baiklah, Sahabat Safar Insyaallah akan kita bahas dikesempatan lain yaa J






Comments

Popular Posts