Puncak Kejenuhan

Wahai perindu,
yang merindukan cahaya dalam gelapnya malam
yang menanti tenangnya malam dalam balutan cahaya,

Ia tak kan pernah puas,
tak kan hingga tangis dan tawa membagi cerita

Wahai perindu,
yang senantiasa setia menanti mekarnya kuntum
yang tak pernah ragu akan sumpah sang matahari,
memberikan hidup pada siklus-siklus kecil di dalamnya

Pada si perindu;
perindu yang berada di puncak kejenuhan
berharap keabadian tak lelah menemani
layaknya Edelweis di ujung padang .  . . .



"07 Maret 2013

Comments

Popular Posts