Malaikat kacil

Minggu, 05 Desember `10. saat itu aku sedang menikmati suasana weekend sendirian dirumah. setelah lelah sedari pagi membereskan rumah, kupilih nongkrong didepan TV ditemani keripik singkong itu. Tak banyak acara seru pagi itu, berkali-kali ku tukar chanel TV ku, mencarisesuatu yang tak pasti.

Gerakan tanganku berhenti disana. Ntah kenapa aku selalu ingin tersenyum melihat ekspresi "Asri" dalam tiap acaranya. "NGULIK", pagi itu dia berada disana. tak tahu apa yang ingin aku lihat dari acara itu, tapi mataku tetap memilih menatap layar kaca di depan sana. "Bogor", kota yang dipilihnya untuk perjalanan weekend kali ini. menyambutnya dengan sinar matahari yang cerah dan udara kota yang sejuk.


Asri selalu terlihat narsis dan sering kali lebay dipandaganku, mungkin itu yang malah membuatnya punya ruang tersendiri dimata penontonnya. ditengah perjalanannya, ia memandang serius disudut jalan itu. jalanan yang ramai dilalui kendaraan bermotor, sepertinya sesuatu menggangu konsentrasinya. ada dua anak kecil disana. mendekatinya dan bertanya, aksi ingin tahu Asri yang memang sudah menjadi ciri khasnya. . . .
^ ^ ^


Uci, 12 tahun dan Nisa 9 tahun. dua anak kecil itu telihat begitu polos dan lugu, tatapan matanya datar dengan sunggingan senyum seadanya. mereka berpasangan mengitari jalanan sambil memikul "ulekan" yang terbuat dari batu itu. "pantas saja", kata yang muncul dalam pikiranku. ukuran tubuh mereka terlihat begitu kecil dibandingkan umur mereka saat ini. bagaimana bisa tinggi bila mereka tiap harinya harus memikul beban seperti itu. pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Asri yang juga menjadi pertanyaan mendasar yang ingin aku ketahui menghasilkan sebuah jawaban pasti dengan pescikan semangat dari intonasi dan mimik wajah mungik itu. "kami masih bersekolah" . . .
^ ^ ^


Hatiku terenguh melihatnya, pelopak mataku berat, memanas. "kami selalu berjualan bersama sepulang sekolah hingga malam". ungkapnya. ketika ditanya buat apa uang yang mereka hasilkan. jawaban sederhana dari mereka, "untuk dapur". itu berarti untuk makan, bahkan mereka tak bicarakan sekolahnya. tak bisa kubayangkan anak semuran mereka harus menanggung beban seberat itu. lalu kemana orang tua mereka????? bukankah itu semua kewajiban mereka????


Nisa melanjutkan ceritanya, ayahnya tidak dapat lagi bekerja karena telah berusia lanjut, sedangkan Uci, anak laki-laki itu terunduk rapuh ketika bercerita tentang bapaknya yang terkena penyakit Kanker......


ada sebuah ungkapan dari Nisa yang seakan menghujam nuraniku. ibunya menunggu "disana". sebuah tempat yang diarahkan tepat dihadapan Asri. tak peduli dimana tempat itu, tapi "menunggu???", menunggu tanpa berbuat apa-apa???? sedangkan kedua bocah ini mondar-mandir memanggul batu ulekan itu. "tak apa-apa". jawaban yang begitu mengirisku. aku memang tak tahu bagaimana keadaan ibu mereka, namun goresan hidup yang keras untuk malaikat-malaikat kecil ini. yang membiarkan dunia merampas kesempatan mereka untuk menikmati masa kanak-kanak mereka dengan galak tawa.
^ ^ ^


Tetesan air mata itu membatasi wajah asri. dia terlihat begitu terhenyak dengan cerita anak-anak itu. dan sebuah inisiatif yang begitu besar terlahir dari obrolan itu. denga sukarela Asri membantu kedua anak itu menjual dagangannya. dengan berbagai tingkah konyolnya memancing antusias pengguna jalan. banyak yang tertarik, alhasil lembaran rupiahpun menggantikan tiap ulekan itu. seyum bahagia jelas terbingkai di wajah-wajah mungil itu. begitu juga diwajahku, meski tak ada yang dapat ku lakukan untuk mereka, sebuah doa tulus ku panjatkan untuk mereka...^


"Ya Allah, lindungilah mereka dari segala ancaman dijalanan. berkahilah yang mereka lakukan dalam ketulusan dan usaha yang halal itu. lapangkanlah kesempatan bagi mereka untuk dapat mengapai mimpi-mimpi mereka..... "
doa ku ya Allah, untuk adik-adik ku disana....
"MALAIKAT-MALAIKAT KECIL KELUARGANYA......"
 

Comments

  1. yg terjadi biarlah itu tersimpan dalam kata2mu.
    mudah2an kamu berjiwa dalam kata2mu.

    ReplyDelete
  2. amien...^
    mcba mlkukn sstu wlw hnya sbuah do`a. krn akn da ksmpatn lain utk hal yang sama. . .
    mungkin gk d`sna, tp d`tempat lain....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts